Kamis, 23 Oktober 2008

Hiasan Cintah

Sebuah konflik .. antara kenyataan dan ketidaknyataan dalam dunia adat dan budaya .. dunia penuh warna .. Walau cinta yang dipersembahkan .. kenyataan tak selalu semanis air cinta ..ketika seorang suami harus menjadi anak manis yang penurut .. ketika sebuah ketidaknyataan harus dipercaya dalam setiap hembusan nafas.. “

Cinta .. Cinta .. Cinta …

Kau bawa diriku berkelana .. terbang jauh menembus impian..
Berkelana dalam dunia nyata .. yang memekik keras dalam luasnya samudera ..
Membungkam kalbu dalam semua pelukan indah ..
Kerinduan dan nafas mimpi surgawi …
Tercolek pula oleh hembusan api kehidupan …
Ah’…

**

Kalau saja aku bisa memandang roh yang berjalan …
pasti aku bisa menjawab semua galau hati ini ..
Apa benar badan manusia tidak dibatasi oleh ruang dan waktu ?
Apa benar roh mampu menikmati keindahan malam dalam dimensi batin yang lain ?………….
Kepala yang melayang .. tubuh yang berjalan tanpa jiwa …

Persepsi tengah malam ..
Semua lamunan ini mampu menenggelamkan mataku dalam sebuah perjalanan khayalan..
Konsep keilmuan kuno .. selalu itu yang dikumandangkan ..
Metode ilmiah apa yang menjadi landasan berpikir, ketika mata bertemu batin dan
batin bertemu raga …
terlebih jiwa yang bersembunyi dalam ceruk kehidupan ……..

Mungkinkah semua mampu dibuktikan dalam sebuah hipotesa ilmiah ………..
Eksperimen yang menjadi tulang punggung semua manusia modern termasuk pilar gaya berpikir saat ini ….
Bisakah semua gejala alam yang nyata ini didekati dengan sebuah metode ilmiah ………

Dalam sebuah diskusi kutemukan bahwa ‘sesuatu yang tidak bisa dibuktikan dengan suatu metode, tidak serta merta menjadikan sesuatu itu tidak ada.
Tidak ada dengan tidak diketahui keberadaannya adalah dua hal yang sangat berbeda…

Ah ‘ gila aku memikirkan semua fenomena ini !………. Inikah dunia baru untukku ?
Mungkin aku belum berjiwa modern sekali, tetapi aku mencoba tidak larut dalam fenomena ini yang justru membuat manusia menjadi kerdil dan diperbudak oleh ketakutan ..

Aku disini karena cinta membawaku ..
demi suatu impian indah mengayuh alam bersama …
Pernikahan telah membawaku berkelana dalam sebuah mitologi .. yang hanya mampu ditembus oleh mata bathin semu … ah’ inikah kebahagiaan yang berjanji menghiasi hidupku ?

**

Namaku Dayu Putu, akulah wanita Bali yang memiliki kedudukan kasta tertinggi dalam jamannya, aku besar di sebuah kota metropolitan yang menjadi impian semua wanita yang terbius dampak film sex and the city … New York..
Kota metropolis dengan segenap modernisasi yang melekat di nafasnya .. sebuah kota yang tidak pernah mengenal siapa aku.. seorang gadis muda yang hanya menjadi jongos di negeri impian…

6 bulan lalu ‘ sebuah komitmen memaksaku kembali menginjakan kaki di pulauku ‘ pulau yang menjadi impian semua orang yang haus akan wisata .. pulau yang mampu membius manusia untuk menghaburkan langkahnya dalam menikmati pemandangan alam, budaya dan ah’’ banyak sekali kekayaaan alam lainnya yang tak bisa kulukiskan ..

Eka Putra’ seorang pemuda dari kota asalku mampu menarik semua mimpiku dalam jalan-jalan utama ‘ Altara Venue untuk kembali dalam sebuah pulau kecil yang merupakan pulau kelahiran keluarga serta diriku.

5 tahun terbius dalam lentik jemariku yang terhias di layar monitor yahoo messanger membawaku melambung dan terbuai dalam mimpi cinta nan indah yang akhirnya membimbingku dalam suatu kata yang sarat akan makna dan arti sebuah komitmen yaitu pernikahan…… ah’ dunia yang begitu indah …

Cinta ..

**

Mimpi and hiasan cinta yang terbungkam dalam icon icon manis pernikahan tidak membuatku melambung jauh dalam mimpi kebahagian ala dongeng ..
Denting gamelan yang menghiasi segenap prosesi ritual meninggalkan diri fana ini seorang diri ..

Sekarang ‘
dalam kelam malam ‘ aku termangu
Tergolek pasrah dalam kelambu putih … memandang sayu suamiku tercinta ..
Menatapnya penuh cinta..
Menagih janji kebahagian yang dibisikkan ..

Cinta ..
Mengapa kau sodorkan aku dalam sebuah fenomena ilmu hitam yang melekat erat ?
Dimana kasih ? Kemana Cinta ?
Haruskah aku terbuai dengan semua mitos ini ?
Haruskah ketidaknyataan ini dinyatakan dalam pembuktian …

“Ibu, kelumpuhan aku karena tulang ekorku yang menjadi tak berfungsi,karena aku terjatuh di kamar mandi dan bukan karena ilmu hitam”

“Aku akan sembuh ibu, setelah melalui beberapa theraphy“
Kuingat alasan-alasan yang kucoba yakinkan kepadanya ..

“Kamu telah meminum air yang diberikan nenek kelih’ dia telah membuat kamu jatuh sakit sekarang ini, nenek kelih adalah seorang leak¹ di malam hari, semua orang di desa ini sudah mengenal dan tahu keahlian dia …”

“Dia iri dengan kamu, karena kamu lebih sukses dari cucunya. Kamu cantik, punya pekerjaan, dan kamu pindahan dari luar negeri.. ”

“Kamu terlalu naif Dayu’ di desa ini kamu harus percaya dengan ilmu hitam itu, ilmu itulah yang membuatmu tersuruk seperti ini”
ucapan-ucapan itu selalu terngiang di telinga ini …
ucapan mertuaku yang selalu ingin meyakinkan bahwa kelumpuhan kakiku saat ini adalah karena serangan ilmu hitam mitologi Bali yang tak pernah bisa dibuktikan dengan penelitian ilmiah manusia…”ilmu Leak”

dan suamiku …
Ia hanya termangu menatapku kosong .. antara percaya akan khayalan atau kenyataan ..
Ia hanya termenung … dan entah berbisik apa …
Kulihat, ia hanya mengangguk lesu mengikuti langkah Ibunya

ah’ aku tak mencari ini dalam cinta ….

Dan tiba-tiba kutenangkan hatiku dengan mengingat sebuah diskusi itu lagi :
‘sesuatu yang tidak bisa dibuktikan dengan suatu metode, tidak serta merta menjadikan sesuatu itu tidak ada.
Tidak ada dengan tidak diketahui keberadaannya adalah dua hal yang sangat berbeda…